Bismillahirrahmanirrahim.
Masya Allah, nggak terasa perjalanan ini sudah genap satu tahun. Rasanya baru kemarin aku menulis tentang 100 ribu pertamaku di luar gaji, lalu bersyukur saat tembus 1 juta dalam 10 hari, kemudian 5 juta kurang dari 2 bulan, hingga 10 juta dalam 56 hari.
Setiap momen itu aku abadikan di blog ini sebagai pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten bisa membawa hasil yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Hari ini, dengan penuh rasa syukur, aku kembali menulis kelanjutan cerita itu.
Alhamdulillah, Tembus Rp 60 Juta Lebih!
🤲✨ Total income dari jualan produk digital dalam satu tahun.
Dari Ragu-Ragu Menjadi Bukti Nyata
Masya Allah, benar-benar di luar bayanganku waktu pertama kali mulai.
Masih ingat banget dulu waktu ikut kelas produk digital. Kami diminta menulis target penjualan sampai akhir tahun. Waktu itu aku menuliskan target 10 juta. Jujur aja, nulis angka itu pun rasanya masih ragu. Dalam hati mikir, "Masa iya bisa dapat 10 juta dari jualan file digital dalam setahun?"
Ternyata Allah punya rencana yang jauh lebih indah. Target 10 juta itu ternyata tercapai lebih cepat dari yang kubayangkan. Bahkan sampai genap satu tahun ini, total income dari produk digital sudah tembus 60 juta lebih. Masya Allah, benar-benar jauh dari target awal yang dulu sempat kuragukan.
💡 Sudah Dikemanakan Uangnya?
Pertanyaan ini lumayan sering muncul. Jadi, aku mau cerita sedikit. Alhamdulillah, rezeki dari produk digital ini nggak langsung habis begitu saja. Sebisa mungkin aku membagikannya ke beberapa kebutuhan yang menurutku lebih bermanfaat:
1. Sedekah
Yang paling utama tentu untuk sedekah, terutama kepada orang tua. Rasanya bahagia banget ketika Allah memberi kesempatan untuk berbagi lewat rezeki yang datang dari hasil karya sendiri.
2. Investasi
Belakangan ini aku lagi senang mengumpulkan logam mulia. Belinya nggak selalu gram besar kok, justru seringnya gramasi kecil. Yang penting pelan-pelan dulu, sedikit demi sedikit.
3. Kebutuhan Bermanfaat
Salah satu yang paling berkesan: membuat akses tangga ke lantai dua untuk perluasan ruang bimbel yang kini menampung 92 anak! Rezeki yang benar-benar nggak pernah kepikiran sebelumnya.
4. Dana Darurat
Sebagian kusimpan sebagai dana darurat. Buatku ini penting, supaya kalau suatu saat ada kebutuhan mendadak, kami sudah punya cadangan dan nggak perlu panik.
Aku juga berusaha melakukan hal yang dulu pernah aku merasakan, yaitu berbagi sebisanya. Kalau ada teman-teman yang bertanya tentang produk digital, aku coba bantu jelaskan sesuai yang aku tahu. Alhamdulillah, ikut senang rasanya melihat beberapa teman yang mau konsisten akhirnya juga mulai mendapatkan jalan rezekinya sendiri lewat produk digital. Semoga semakin banyak yang berani berkarya, saling menguatkan, dan sama-sama merasakan manfaatnya.
Terakhir, aku ingin mengucapkan terima kasih sekaligus mendoakan Ustadz Ubay yang telah membimbing di kelas produk digital. Semoga Allah membalas setiap ilmu yang telah dibagikan dengan pahala yang terus mengalir, melapangkan rezekinya, menjaga kesehatan dan keluarganya, memudahkan segala urusannya, serta menjadikan setiap langkah dakwah dan ikhtiarnya sebagai amal jariyah. Aamiin ya Rabbal 'alamin. 🤲
Semoga Allah juga menjaga niat kita semua agar setiap karya yang kita buat bukan hanya menjadi jalan rezeki, tetapi juga menjadi jalan manfaat dan keberkahan. Aamiin.
Semoga tulisan ini bisa menjadi dokumentasi perjalanan, sekaligus penyemangat untuk siapa pun yang sedang memulai langkah kecilnya sendiri. ✨
0 Komentar